3 Kesalahan di Classroom yang Bikin Ribet, Capek dan Amburadul

Awal-awal saya belajar classroom, ada beberapa kesalahan yang saya lakukan. Akibatnya, kerjaan di classroom jadi ribet, capek dan amburadul. 

Biar lebih jelas, mari perhatikan gambar berikut.

Apa yang ada dibenak rekan, jika melihat arsip file classroom di Google drive seperti gambar tersebut?

Terlihat amburadul bukan. Kita pun pasti malas meliatnya, apalagi mau mencari arsip file.

Bandingkan jika file tugas atau materi, dimasukkan ke dalam foder seperti ini?


Terlihat lebih enak bukan? rasanya lebih tertata.

Apalagi file di dalam folder tersebut juga diberi nomor agar bisa terurut seperti ini. 

Kita jadi lebih enak dan lebih mudah menemukan jika ingin mencari file materi atau tugas.

Lalu apa penyebabnya arsip kita menjadi amburadul? 

Penyebabnya yaitu kita memberi materi atau tugas langsung di classroom. Semestinya kita buat filenya dulu di Google Drive.

Biar lebih jelas, berikut penjelasan lengkapnya.

Kesalahan di classroom yang bikin ribet, capek dan amburadul

1. Memberi tugas harian dengan memilih Tugas Kuis

Kesalahan pertama yang sering dilakukan, termasuk saya sendiri waktu awal-awal menggunakan classroom adalah, memberi tugas harian dengan memilih Tugas kuis.

Jadi salah ya?

Yah gak salah juga, cuma kurang tepat saja.

Karena jika kita memilih Tugas Kuis, maka akan disajikan file baru Google form, yang mana dia secara default terarsip di Google drive dan masuk ke folder umum classroom

Kalau sudah begini, file arsip di Google drive jadi amburadul, karena tercampur berbagai jenis file.

Jadi bagusnya kita buat folder dulu di Google drive, lalu buat file Google form. Yang mana nanti di pengaturan kita pilih berbentuk kuis.

Rekan juga bisa menambahkan penomoran nama file tugas, agar memudahkan dan terurut nantinya.

Jika sudah, kembali ke classroom. Ketika mau upload tugas, pilih saja Tugas.

Setelah itu pilih Tambahkan, lalu Google drive.

File yang baru kita buat sebelumnya tadi, cari saja di menu Terbaru.


Nah dengan begini, file tugas Google form kita di Google drive akan lebih tertata dengan rapi.

2. Langsung memilih melampirkan File

Kesalahan kedua yang biasa kita lakukan adalah, ketika memberi materi atau tugas langsung memilih lampirkan File

Kenapa hal ini menjadi kesalahan? 

Karena dengan cara ini, arsip kita di Google drive jadi amburadul juga.

Sama seperti kasus di atas, maka file yang kita upload juga tidak tersusun dengan rapi di Google drive.

Oleh karena itu, lebih baik buat arsip dulu di Google drive, baik berupa foto, dokumen atau Google form.

Jika sudah, baru kita masuk kembali ke classroom. Kemudian, saat memberi materi atau tugas, kita lampirkan file dengan memilih Google drive.


3. Membuat file baru

Kesalahan terakhir yang mana saya lakukan saat awal-awal belajar menggunakan classroom adalah ketika membuat tugas berupa Google form. Saya membuat file baru setiap hari.

Mestinya jika tugas harian, tiggal copy tugas yang sebelumnya. Caranya klik kanan di file tugas, lalu pilih Buat salinan.

Saya contohkan tugas yang saya buat adalah dari Google form.

Setelah itu jangan lupa ganti judul tugasnya.

Perhatikan biodata di bawahnya, masih utuh bukan. Kita tidak perlu membuat lagi dari awal seperti form biodata peserta, dan lain-lain.

Jika sudah selesai merivisi soal, maka jangan langsung kirimkan ke siswa, atau upload ke classroom. Karena biasanya pengaturan Google form-nya akan kembali otomatis menjadi deafult.

Seperti gambar di bawah, jadi bercontreng.

Oleh karena itu, tunggu beberapa menit dulu, hingga pengaturan default nya kembali, lalu centrang atau hapus centrang sesuai kebutuhan.

Setelah itu baru upload ke classroom atau bagi ke siswa secara langsung.

Penutup

Nah itu dia tadi 3 kesalahan di classroom yang bikin ribet, capek, dan amburadul yang dulu pernah saya lakukan. Bagaimana dengan rekan? Jika ada pengalaman yang sama atau pengalaman yang lain, boleh tambahkan di kolom komentar.