Skip to main content

[studi kasus] Cara Mengatasi Dapodik Eror Akibat Update Versi Sinkronisasi


Sebulan lebih ini, OPS di tanah air diserang permasalahan Dapodik eror, sejak rilisnya patch versi 2019 b.

Serba salah, mau sinkron mesti update versi sinkronisasi. Namun setelah kita update, bukannya bisa sinkron, malah menjadi eror.

Tulisan yang muncul pada bagian atas: The file C:\Program Files (x86)\Dapodik\dataweb\synch_dikdas\sinkronisasi.php is corrupted.


Anda mengalami juga?

Tenang saja, anda tidak sendirian. Banyak OPS yang mengalami hal serupa.

Meski begitu, anehnya Dapodik saya tidak terdampak permasalahan tersebut.

Saya tidak tahu pasti permasalahannya apa dan solusi yang work 100%. Namun ada catatan trial eror yang saya dapat, ditambah hasil diskusi teman-teman OPS di grub WA. Sehingga saya harap bisa menjadi referensi dan menjawab kegalauan kawan-kawan.

Sebelum lanjut, saya akan jabarkan saja dulu spek laptop yang saya pakai untuk mengerjakan Dapodik. Barangkali ada yang menduga, hal tersebut karena spek laptop saya luar biasa.

Spek laptop saya

  • Window 7
  • RAM 2 Gb
  • Processor Core i3
  • Merk Acer
Spek laptop di atas sedang-sedang sajakan?

Memang untuk versi 2019 ini, disarankan window 10. Seperti yang disarankan di ebook Panduan Dapodik yang bisa anda dapatkan di Pusat Unduhan di menu aplikasi Dapodik.


Namun hal tersebut terbantahkan, karena saya memakai Window 7. RAM pun masih 2 Gb.

Setting laptop

Untuk setting laptop yang menurut saya perlu dijabarkan, ada dua poin. Yaitu, Window Firewall dan Antivirus McAfe OAS.


1. Window firewall

Awalnya saya tak memperdulikan window firewall ini. Perhatian saya baru  tertuju ke sana saat membaca ebook panduan Dapodik.

Bahwasanya window firewall mesti dinonaktifkan jika entri data menggunakan jaringan.

Tampilan set saya seperti ini.


Cara settingnya mudah saja. Untuk Window 7 dan 8, buka control panel > system and security > window firewall.

Selanjutnya ikuti setting seperti gambar di atas.

2. Antivirus McAfee OAS

Sudah beberapa tahun ini saya sangat menyukai antivirus ini. Pasalnya jenis ini cara kerjanya tidak ribet.

Dan yang sangat saya sukai, antivirus tersebut tidak merusak data semaunya. Tidak seperti halnya antivitus lain, misalkan Avast. Yang mana jika ada file terindikasi virus, filenya juga ikutan dirusak. (Dirusak = istilah penyebutan saya)

Hal ini diamini oleh ebook panduan Dapodik. Meskipun antivirus yang saya sebut, tidak ada disebutkan sebagai antivirus yang disarankan.


Tindakan rutin

Saya memiliki tindakan rutin tersendiri, untuk merawat Dapodik, antara lain:

1. Membersihkan browser

Jika anda menggunakan chrome, berikut cara lengkapnya.


2. Membersihkan dengan Clean Master

Saya lebih suka memakai Clean Master daripada C Cleaner, karena lebih mudah, dan lebih efektif.


Ada sejarahnya saya rajin melakukan kedua tindakan tersebut:
  1. Saya sering browsing memakai chrome, sehingga cokies dan riwayat browsing mesti dibersihkan.
  2. plikasi Dapodik 2019 sangat sensitif. Terbukti Dapodik saya sering ngalami eror, tidak bisa nyimpan perubahan data, dan baru bisa menyimpan data jika sudah melakukan 2 kegiatan rutin di atas. Dengan terlebih dahulu restrart laptop.
Note: Ada info temen OPS, tidak pernah bersihkan browser. Namun Dapodiknya masih aman, tidak terdampak eror setelah update versi sinkronisasi.

Tetapi dia jarang mengggunakan browsernya untuk browsing.

Jadi hemat saya, masalah browser kurang berpengaruh, selama tidak digunakan untuk browsing selain login Dapodik.


Catatan tambahan

Tambahan terakhir yang menurut saya sangat penting...

...saya sudah lama, selalu registrasi offline. Karena saya menilai bug aplikasi lebih sedikit dibanding registrasi online.

***

Saya sudah menjabarkan beberapa variable yang bisa jadi berkaitan dengan masalah Dapodik eror setelah update versi sinkronisasi. Semoga bisa menjadi referensi.

Namun, bagaimana mengatasi Dapodik anda terlanjur eror. Berikut cara lengkap yang mungkin bisa anda lakukan.

Meskipun laporan beberapa teman cara berikut ada yang sukses namun dan ada yang gagal. Namun persentasee keberhasilannya masih bisa dibilang 80 % berhasil.

Note: Cara ini uji coba yang dilakukan oleh Pak Muhidin El Cantung, rekan OPS, yang kemudian beliau share di grub WA OPS, sebagai bahan diskusi.

Cara ke #1

Cara pertama ini dilakukan jika anda sebelumnya registrasi secara online. Ada info teman yang berhasil memperbaiki Dapodiknya, jika registrasi offline.

Langkah-langkahnya:
  1. istal ulang Dapodik versi 2019;
  2. lakukan registrasi offline;
  3. setelah berhasil registrasi ulang, update menjadi 2019.b, cukup klik Pembaharuan yang ada di menu Dapodik;
  4. lakukan sinkron;
  5. update versi sinkronisasi.

Cara ke #2

Cara pertama masih gagal?

Coba cara kedua ini. Namun anda perlu sedikit usaha.

1. Siapkan file sinkronisasi.php

Usahanya di sini, kita mencari file sinkonisasi.php. Namun tenang saja, saya sudah siapkan file tersebut, yang saya ambil dari Dapodik saya. Tinggal klik di sini.

Atau bisa juga anda cari sendiri di laptop teman. Yang Dapodik tersebut sudah berhasil sinkron. Kemudian buka lokal C > ProgramFiles > Dapodik > dataweb > synch_dikdas

Cari dan copy file Sinkronisasi.php yang ada di dalam folder synch_dikdas.

Sudah ketemu?

2. Offkan DapodikDB dan DapodikWebSrv

Selanjutnya kita offkan DapodikDB dan DapodikWebSrv laptop anda. Caranya, ketik "Service" di kotak pencarian.


Jika anda sudah masuk ke menu service, anda akan melihat tampilan seperti berikut.


Matikan DapodikDB dan DapodikWebSrv dengan cara klik stop, yang ada di menu samping kiri.

3. Timpa file sinkronisasi.php

Selanjutnya kita pindahkan file sinkronisasi.php yang sudah kita siapkan sebelumnya, dan pindahkan (paste) ke:

Buka Lokal C > ProgramFiles > Dapodik > dataweb > synch_dikdas.

Paste dan timpakan file tersebut di dalam folder synch_dikdas.

Atau bisa juga, hapus file sinkronisasis.php yang ada di synch_dikdas, ganti sinkronisasi.php yang terbaru.

4. Aktifkan lagi DapodikDB dan DapodikWebSrv

Selanjutnya, aktifkan kembali DapodikDB dan DapodikWebSrv. Caranya sama dengan di awal tadi.

Buka service, kemudian cari DapodikDB dan DapodikWebSrv, lalu klik start.

5. Sinkron Dapodik

Langkah terakhir, silahkan buka Dapodik anda, dan lakukan sinkron.

Update versi sinkronisasinya. Selesai.

Penutup

Demikian studi kasus cara mengatasi Dapodik eror akibat update versi sinkronisasi. Semoga bisa membantu mengatasi Dapodik anda.

Jika ada cara selain cara di atas, jangan ragu-ragu menginfokannya dengan menambahkan di kolom komentar.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar